"Bener juga. Tumben pinter," ucap Reyhan. "Tumben? Heh, aku emang pinter dari dulu," kata Ihsan menyombongkan diri. "Oke. Sekarang yang menjadi permasalahannya adalah tentang bagaimana cara kita mengajak Alvaro ke sana," kata Imam. "Ah, iya. Itu yang sekarang jadi masalahnya. Katanya tadi dia mau tidur di rumah aja," ucap Ihsan. "Hmm.... Gampang kalau itu. Aku punya ide," ucap Reyhan. "Gimana?" tanya Imam. "Udah, diam saja dan saksikan!" perintah Reyhan. Keduanya diam, kemudian lelaki itu mengambil ponselnya yang berada di saku celananya. Ia berencana ingin menelepon Alvaro yang kini entah berada di mana. Di sisi lain, seseorang sedang berbaring di tempat tidurnya. Ia adalah Alvaro Aditama. Matanya sudah tertutup dengan sempurna, tapi posisi badannya terlihat tidak beraturan. Nampa

