Ia segera menghapus air mata yang sudah terlanjur ia keluarkan. Senyuman yang sedari tadi tak nampak menghiasi wajahnya, kini senyuman itu kembali menghiasi wajah cantik nan imutnya itu. Ocha benar-benar merasa lega pada keadaan yang sekarang ini. Sang hantu yang mengganggunya sudah pergi, akan tetapi ia tidak sadar bahwa akan ada bahaya lain lagi yang mengancamnya. Ocha merasa sangat lega. Ia pun melanjutkan perjalanannya lagi. Sebuah perjalanan tak tentu arah yang pastinya membuat dia sangat kelelahan. Pasalnya ke mana kakinya akan melangkah adalah kehendak hatinya sendiri, yang bisa dibilang hatinya pun hanya mengira-ngira saja ke mana sang kaki harus melangkah. Bagi Ocha, apa yang dihadapinya saat ini jauh lebih baik daripada yang tadi. Ia selalu takut kalau harus berhadapan dengan m

