Alvaro memegangi pipinya yang terasa sakit akibat pukulan itu. Dapat ia rasakan bahwa pukulan itu terasa seperti bukan pukulan orang sembarangan. Mungkin cuma petinju yang dapat melakukannya, akan tetapi dalam hal ini Reyhan juga bisa melakukannya. Setelah itu, dirinya memasang kuda-kuda lagi dan berniat ingin menyerang balik. Alvaro tak peduli dengan kekuatan musuh. Sekuat apapun musuhnya, pasti dia akan melawannya. Karena menurutnya, kemenangan dalam sebuah pertarungan bukan hanya terletak pada besar kecilnya kekuatan, tapi juga ada hal lain yang menentukannya. "Delia, sekali lagi maaf. Sebentar lagi, sebentar lagi aku akan ke sana. Tunggulah!" batin Alvaro. Lalu dirinya pun maju untuk melakukan serangan ke arah sosok Reyhan. Inilah kekuatan Alvaro yang sebenarnya. Dia sudah sadar bah

