Ya, pusing sekali rasanya. Reyhan menduga bahwa itu adalah serangan terakhir yang akan dilancarkan oleh sang musuh kepadanya, namun ternyata dugaannya salah. Setelah serangan yang sedemikian rupa itu, yang membuat Reyhan sampai pusing, kini sang manusia berjubah kembali melancarkan serangan susulannya dengan sebuah pukulan lagi ke arah pipi kanan Reyhan sehingga membuat Reyhan jatuh tersungkur. "Arrgghh!" Reyhan merasakan sakit yang teramat sangat. "Jangan kalah, Rey! Jangan kalah! Kau tidak boleh kalah di sini, dan kau juga tidak boleh dikalahkan oleh orang itu. Ayolah, bangkit! Kau pasti bisa mengalahkannya." Di saat dirinya sudah merasa akan mengalami kekalahan dalam pertarungan kali ini, tiba-tiba dari dalam dirinya seperti ada yang berbisik agar ia tidak menyerah dengan mudah. Ia d

