Bab 62

2001 Kata

Sebelum serangan yang selanjutnya ia terima, dia memejamkan matanya sekejap, untuk meyakinkan kepada dirinya sendiri bahwa dia harus melakukan perlawanan. Dia sadar akan kehebatan bertarung dua sosok yang ia hadapi itu. Sosok Delia, bisa dibilang perbedaan kehebatan berkelahi jauh di atas Delia yang asli. Sosok yang ini, mulai dari kekuatan serangan, akurasi dan kecepatannya benar-benar patut diperhitungkan. Bisa-bisa, kalau ia selalu ragu untuk melawan, ia akan mati konyol di tempat terkutuk seperti itu. "Dia bukan temanmu, dan juga bukan dirimu. Kenapa kau ragu untuk melawannya?" Tiba-tiba seperti ada suara bisikan yang ia dengar. Entah itu suara jiwanya yang berbicara atau apa. Imam mencerna kata-kata itu. Kalau dipikir-pikir memang ada benarnya juga, atau bahkan sepenuhnya benar. Ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN