Nanda mengusap air matanya yang tak henti-hentinya mengalir. Rasa kehilangan yang begitu besar tak mampu ia sembunyikan. Ocha sudah tiada, Delia sedang dalam bahaya, dan teman-temannya yang lain tak tahu entah ke mana. Tak bisa dipungkiri bahwa kini ia sedang rapuh. Dia mencoba untuk bangun. Berat sekali memang rasanya, tapi harus ia lakukan. Dengan perasaan sedih yang mengalir deras ke sekujur tubuhnya, Nanda pun selangkah demi selangkah mulai mendekat ke arah di mana tubuh Ocha tergantung. Ada rasa tidak sanggup yang tercipta di setiap langkahnya. Matanya membulat sempurna menatap ke arah tubuh Ocha yang tergantung. Ia menangis lagi, ketabahannya dikalahkan oleh keadaan yang begitu tak bisa ia percayai. Semakin dekat dirinya dengan tubuh Ocha yang tergantung, semakin besar kesedihan ya

