Bab 70

2003 Kata

"Cih, aku sudah tidak bisa menunggu lagi. Aku harus ke sana sekarang juga meski harus sendirian," ucap Alvaro dalam hati sambil terus mondar-mandir tidak jelas. "Hufff." Alvaro menghembuskan napas pelan. Ia memejamkan matanya sejenak, mencoba untuk memantapkan niatnya terlebih dahulu. Memang, risiko yang akan ia hadapi kalau harus pergi sendirian itu sangatlah besar, akan tetapi ia juga tidak bisa berdiam diri terus seperti itu. Ia tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Alvaro tahu bahwa para manusia berjubah tak akan membunuh korbannya secara langsung, tapi ia tidak tahu kapan pembunuhan itu akan dilaksanakan. Maka dari itu, lebih baik berjuang dengan segala bentuk pengorbanan walau harus sendirian daripada cuma menunggu yang akhirnya berakhir dengan penyesalan. "Baiklah. Aku akan ke san

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN