Imam pun berdiri. Kemudian ia mengambil golok yang ia jatuhkan tadi dan memasukkannya ke dalam tasnya lagi. Tak lupa untuk mengembalikan tenaganya lagi, ia meminum air yang sudah ia persiapkan sebelum ia berangkat ke hutan terkutuk itu. Tak pernah ia sangka bahwa air dalam botol yang tadinya ia anggap sebagai pemberat tasnya, kini sangat berguna bagi dirinya. Tanpa air itu, pastilah ia akan sangat kehausan, kecuali jika dia menemukan sungai. Sungai? Imam tiba-tiba tersadar akan sesuatu. Sebelum bertemu dengan makhluk bermata merah itu, ia sempat sampai di sebuah sungai. Ia yang berpikir bisa mempergunakan aliran sungai tersebut sebagai petunjuk untuk dirinya bisa keluar dari hutan menyeramkan itu, kini tak bisa lagi ia mempergunakannya karena ia pun lupa tentang ke mana arah untuk menuju

