Nanda kembali terjatuh. Kakinya pun terasa sakit lagi. Namun ia tetap bersikeras untuk berdiri. Ia tak mau lama-lama terjatuh. Perjalanannya masih panjang dan harus ia lalui segera. "Oh, tidak," ucapnya. Makhluk berdaster putih pembawa peti mati sudah berada di depannya lagi. Nanda menoleh ke arah samping kanannya, namun ia tak menemukan sesuatu yang membuatnya terjatuh tadi. Akar pohon? Sepertinya tempat dia terjatuh tadi agak sedikit jauh dari pohon. Bagaimana bisa ia terjatuh karena akar pohon? Lalu apa? Nanda tak punya waktu lagi untuk berpikir. Dirinya memutuskan untuk lari ke arah kiri lagi. Ia lebih terfokus ke arah jalanan. Takutnya kalau nanti sampai tersandung dan terjatuh lagi. Brugggh! "Aduh!" keluhnya. Sudah ketiga kalinya ia terjatuh. Ia tak mengerti kenapa bisa hal itu

