Bab 72

1514 Kata

Tiga orang melawan satu orang. Oh, tidak. Lebih tepatnya dua orang melawan satu orang. Raisya masih terdiam dan tak ada sedikitpun niat untuk ikut melawan Alvaro. Ia pasti punya alasan tersendiri sehingga dirinya tak mau melakukan hal itu. Meski hanya melawan dua orang, tapi rasanya seperti melawan ratusan orang. Alvaro benar-benar kewalahan hingga sebuah tendangan keras yang dilakukan oleh si lelaki berjubah berhasil membuatnya terdorong ke belakang dan kemudian terjatuh. Ia mengerang kesakitan sambil memegangi perutnya. "Akhh!" erangnya. Ini sudah ke sekian kalinya area perut yang menjadi korban dari keganasan para musuh yang ia lawan. Rasanya ia ingin memuntahkan seisi perutnya. Memang, sakit sekali rasanya. Di saat ia masih dalam kondisi yang demikian, si lelaki berjubah berlari ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN