"Kita masuk ke dalam rumah itu," jawab Nanda dengan perkataannya yang datar. "Tapi tak mungkin kita lewat pintu itu," ucap Ocha sambil menunjuk pintu depan rumah tua tersebut. "Tentu saja. Kita lewat pintu belakang," ucap Nanda. Ocha menyetujuinya. Kemudian mereka berdua pun mulai melancarkan aksinya. Dengan perlahan mereka bergerak menuju pintu belakang rumah tersebut. Mereka berdua berharap, semoga saja tidak ada halangan yang cukup berarti dalam upaya untuk menyelamatkan Delia. Detik demi detik berlalu dan akhirnya mereka sampai di titik yang mereka inginkan, yaitu di depan pintu belakang rumah tua tersebut. Mereka masih tetap menjaga kewaspadaannya, barangkali tiba-tiba ada musuh yang menyerang. "Apa pintunya tidak dikunci?" tanya Ocha sambil berbisik. "Sebentar, akan aku cek," u

