Si bapak-bapak pemilik villa menatap Alvaro dan yang lainnya dengan penuh tanda tanya. Ia sepertinya juga tak percaya bahwa anaknya itu terlibat dalam masalah itu. Alvaro hanya mengangguk pelan, seolah menjadi pengganti dari kata "iya". Lalu si pemilik villa itupun menolehkan pandangannya ke arah di mana Raisya dan si wanita berjubah berada. "Riana," kata si bapak-bapak pemilik villa. "Riana? Bukankah itu nama ibu? Kenapa bapak memanggil nama ibu?" tanya Nesya tak paham. "Dia ini.... Ibu kamu," katanya sambil menunjuk ke arah si wanita berjubah. "Apa? Tidak mungkin. Bukankah ibu...." Nesya berhenti berbicara. Seperti ada sesuatu yang tak sanggup ia ucapkan. "Memang, ibu kamu menghilang di hutan ini, tapi tak pernah ada kabar apakah ibu kamu masih hidup atau sudah meninggal. Dan sekar

