Dan di antara banyaknya manusia yang berada di sana, tak ada satupun yang berani ikut masuk dalam pembicaraan. Mereka merasa tidak berhak untuk ikut campur dalam urusan keluarga itu. Meninggalkan pertikaian itu, kini kembali ke sisi di mana Alvaro berada. Alvaro memandangi area lantai yang ia pijak. Ia benar-benar merasa ada yang aneh dengan lantai itu. Dibungkukkannya badannya itu dan segera memeriksa lantai itu menggunakan tangannya. Memang, seperti ada yang berbeda. Ketika ia mengetuk bagian lantai yang itu, suaranya jelas terdengar berbeda dengan suara lantai yang lain. "Ah, iya. Tidak salah lagi," katanya. Lalu ia melihat sebuah celah di sisi lantai yang menurutnya berbeda dari yang lain itu. Seperti sebuah celah untuk membuka sesuatu. Ia tanpa ragu langsung memanfaatkan celah itu

