Bab 76

1747 Kata

Dua gadis yang melihat hal itu hanya bisa menjerit ketakutan. Padahal seharusnya mereka senang karena musuh telah dikalahkan. Tapi apalah daya? Ini adalah untuk pertama kalinya mereka melihat pembunuhan secara langsung di depan matanya. Alvaro dan Reyhan menyudahi serangan itu. Kini sang musuh telah mati. Dan di saat itulah baru mereka tersadar bahwa mereka baru saja melakukan pembunuhan yang seumur hidup belum pernah mereka lakukan. Tentu hal itu mengundang suatu perasaan yang aneh di benak mereka. Seperti menyesal, atau apa, mereka tidak tahu. Sekarang, semuanya telah menyaksikan tentang bagaimana si lelaki berjubah yang sudah terbunuh. Sang wanita berjubah yang kini sedang melakukan jeda dalam pertarungannya melawan Imam pun menatap ke arah Alvaro, Reyhan dan tentunya juga tubuh si le

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN