Peperangan sesungguhnya baru saja dimulai. Alvaro mengambil kapak yang tadi ia jatuhkan ke tanah dan kemudian berlari ke arah di mana Reyhan berada. Bukannya apa-apa. Ia tahu bahwa musuh terkuat saat ini adalah si lelaki berjubah. Ia juga melihat betapa kewalahannya Reyhan dalam menghadapi sang musuh sendirian. Dua sahabat telah bergabung. Duet maut yang mempunyai tujuan sama, yaitu menghancurkan sang musuh. Semenjak adanya Alvaro, tugas Reyhan pun agak sedikit berkurang. Ia juga sudah tidak begitu kewalahan. Di saat salah satu di antara mereka diserang, yang satunya pun ikut membantu dengan melakukan serangan balik. Di saat salah satunya hampir terkena serangan telak dari sang musuh, yang satunya pun akan melindungi. Demikianlah kekuatan dari persahabatan yang akan selalu melindungi satu

