Usai Kida membersihkan diri semampunya---mengusap badan dengan kaos yang dibasahi, alhasil laki-laki itu kini menggigil—mereka berempat pergi ke rumah Akai. Osaka mendadak berbalik, menaruh jari telunjuk di bibir, dan bicara perlahan. "Aku akan mengambil barangku serta mengucapkan terima kasih pada tuan rumah di sini. Kalian jangan masuk, ya.” "Baiklah,” balas Riichi. “Jangan lama-lama. Sebentar lagi pagi, kita mesti sekolah,” ujar Azuki. “Bawel, ah—“ Osaka membuka pintu dengan perlahan dan dia terdiam mendapati laki-laki bersurai merah sudah ada di baliknya, menatap galak. “Siapa mereka?” lontar Akai yang bersedekap. “Mereka?” Osaka membanting pintu, lalu berdiri di baliknya. “E-eehh? Aku tidak lihat ada orang lain.” Akai dengan mudah mendorong Osaka menepi, lalu kembali membuka pin

