Osaka menopang wajah dengan kedua tangan, melamun sambil menatap pemandangan pegunungan yang masih asri dan sejuk. ‘Pantas aku lihat ada tonjolan di lehernya. Aku pikir aku salah lihat, ternyata benar itu jakun. Saki-chan itu laki-laki’ batinnya "Ada apa Osa-chan?" Osaka membelalak begitu mendengar suara itu. Kepalanya menengadah menatap orang yang merangkulnya dari belakang. "Ti-tidak apa apa, Saki-cha—ah, tidak, Saki-kun,” balas Osaka dengan kikuk. "Aku lebih suka Saki-chan, Saki-kun terdengar aneh bagiku.” Hei, berarti kau tak mengakui kalau kau itu laki-laki? "Sa-Saki-chan, Kenapa. Urrm, kau berpenampilan seperti perempuan?" Dia tersenyum, "Apakah tidak boleh?" "Bukannya tidak boleh. Cuma, aku kaget, baru kali ini melihat laki-laki yang lebih manis dari perempuan.” Dia mel

