“Asa-chan, ayo!” panggil Osaka yang berlari paling depan, menuruni tangga depan rumah besar Saki. “Neechan, hati-hati tersandung tangga!” tegur Asa, baru ke luar dengan rambut setengah basah dan handuk di leher. Mereka berdua memakai kaos dan celana training, berencana tuk lari pagi. "Neechan, jangan tinggalkan aku!" ucap Asa begitu Kakaknya mempercepat lariannya setelah sampai di bawah dan mengarah ke jalan besar. "Hahaha, aku menang, aku menang!" Osaka menatap ke depan, dan hampir terkejut mendapati keberadaan Azuki di depan sana. “Hei, sejak kapan kau ada di depanku?!" "Sedari tadi, bodoh. Bukan hanya otakmu, ternyata kakimu juga lambat, ya." Siswi itu meraung. "Apa katamu?!" Dia mempercepat larinya, bersebelahan dengan laki-laki bersurai biru itu. Tampaknya dia sama sekali tak b

