WARNING!! MASIH ADA PART 21++ === ===== Mentari dan Azzam baru saja menyelesaikan ibadah maghrib mereka. Mentari tidak menyangka, jika udara di daeraha itu teramat sangat dingin. Ia yang hanya mengenakan pakaian tidur panjang berbahan katun, merasa hawa dingin mulai menusuk kulitnya. “Bang, Tari mau masak kolak dulu ya, dingin soalnya.” Mentari bangkit dan mulai melepas mukenanya, melipat benda itu dengan baik lalu meletakkannya di tempat yang sudah disediakan di penginapan itu. “Masak kolak?” Azzam mengernyit. “Iya, makan kolak kayaknya enak. Lagi pula kita belum punya apa-apa untuk makan malam.” Mentari mengambil labu berukuran kecil yang sudah ia beli. Buah labu itu seukuran dengan kepala orang dewasa. “Kita’kan bisa cari makan di luar, Sayang ....” Azzam mencoba menggoda Mentar

