Azzam dan Mentari sama-sama penasaran dengan isi surat dari gadis yang sudah menemani Mentari, semenjak wanita itu berusia enam tahun. Herty Ginting, gadis manis yang sedikit tomboi, yang selalu membuat hidup Mentari berwarna. Gadis usil yang selalu membuat ulah akan tetapi ngangenin. Amplop sudah terbuka, di dalamnya ada sebuah kertas yang dilipat sedemikian rupa. Lipatan berbentuk baju, membuat Azzam kesulitan untuk membukanya. “Apaan sich isinya, masa harus dilipat seperti ini.” Mentari mengernyit. “Jangan-jangan surat cinta untuk abang, hehehe.” Azzam menggoda Mentari. “Jangan macam-macam, ya ....” Mentari membelalakkan matanya. “Nggak macam-macam, cuma semacam saja kok, hahaha.” “Abang ....” Mentari mencubit pelan pinggang Azzam. “AW!! Iya ... iya ... maaf, abang hanya berca

