“Selamat Siang ....” Artha yang tengah asyik menyuap makanannya, tersentak hingga tersedak ketika mendengar suara seseorang yang tidak asing lagi baginya. Suara orang yang sudah ia rindukan selama beberapa hari ini. Artha segera bangkit tanpa mencuci dulu tangannya. Ia sudah tidak sabar ingin menyambut anak dan menantunya. “Mentari, Azzam ... sudah datangnya klean ....” Artha segera merangkul Mentari sementara Azam yang berada di belakang Mentari, langsung dielus pipinya oleh Artha. “Mak, tangan mamak bernasi?” Azzam merasakan pipinya basah dan lengket. “Eh, lupanya mamak mencuci tangan. Halah, hahaha ... maafkanlah mamak ya ... senang kalinya mamak klean datang, jadinya lupa mamak mencuci tangan.” Mentari melepas rangkulan ibunya dan menatap Azzam. Pipi Azzam sudah kotor. “Mamak in

