Ivy sedang menatap pantulan wajahnya di depan cermin meja riasnya. Bibirnya diam membisu. Ia memoleskan bedak untuk menutupi tanda kemerahan bahkan ada yang kebiruan di lehernya. Ia menutupi itu semua dengan make-up. Tidak lupa ia memoleskan lipstik di bibirnya. Matanya sayu, bibirnya tidak menunjukan adanya senyuman. Wajahnya terlihat pucat. Bian mengucek matanya, lalu merentangkan tangan. "Jam berapa?" tanya Bian pada Ivy. "...." Ivy hanya diam tidak menjawab. Bian mendecak sebal, lalu ia bangun dan segera mandi. Ivy berjalan keluar dari kamar, ia mulai memasak untuk sarapan. Bian datang ke meja makan dengan wajah yang segar. Ia menatap Ivy yang hanya diam. Ivy menyediakan ayam goreng dan sayur soup. Hanya itu yang saat ini ingin Ivy buat. "Lo cuma masak ini?" tanya Bia

