Pagi-pagi Ivy dan anaknya sudah berada di depan pintu apartemen Bian. Ia memencet bel nya terus-menerus. 'Cklek' Terlihat Bian yang sedang menguap sambil merentangkan tangannya. Ia menatap Ivy yang sedang menggendong anak. Bian tersenyum bahagia, "Cuma mimpi aja gue bahagia banget liat lo Vy... Dan itu pasti anak gue." Kata Bian dengan suara yang masih terdengar serak karena bangun tidur. "Ganteng banget mirip gue. Emang bibit gue gak main-main. Hoaaammm." Bian masih bersender di pintu. Ivy mendengus kasar. 'Plak' Ia menampar bahu Bian. Bian mengusap bahunya yang di tampar. "Mimpi pale lo!" ketus Ivy. Bian segera tersadar ia mengucek-ngucek matanya beberapa kali. "Ini bukan mimpi?" tanya Bian. Matanya kini berkaca-kaca. Sedangkan Bangga yang di gendongan Ivy malah

