35. Satu kabar Tian memejamkan mata, menarik napas dalam-dalam, berusaha memgontrol sesuatu yang tiba-tiba naik ke permukaan, hanya karena permintaan Yasmin yang begitu berani. "Maka, buka lagi bajunya." ucapnya, pasti. "Boleh?" Yasmin melirih. Memandang Tian dengan pendar penuh harapan. "Boleh, tentu saja. Lakukan sesukamu." Tian mengulas senyuman tipis. Dengan jemari yang kali ini sedikit bergetar, Yasmin kembali membuka kancing kemeja. Namun rasanya begitu sulit. Tidak semudah seperti ia mengancingkannya. Beberapa kali bahkan ia merasa kancing kemeja Tian seperti digembok. Lubang kancingnya begitu kecil, sehingga tidak mudah untuk dilepaskan. Ketika akhirnya ia berhasil membuka semua kancing kemeja itu dengan begitu susah payah, Yasmin mendesah lagi. Dia mengangkat tangan kanan

