36. Musibah

1615 Kata

36. Musibah "Tian, bisa lebih cepat." Yasmin duduk dengan gelisah di samping kemudi, sedangkan di sampingnya, Tian sedang berusaha fokus, melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi di tengah malam menuju toko kue Yasmin. "Yas, kamu tarik napas dulu." Tian memberi saran. Sesaat setelah mendapat kabar tentang toko kuenya yang kebakaran, Yasmin segera meminta Tian untuk mengantarnya ke toko. Perempuan itu hanya menyabet sweter untuk menutupi piama lengan pendeknya. Yasmin menggeleng, dia tidak bisa tenang. Pikirannya kacau. Tidak menyangka sama sekali jika tokonya akan mendapat musibah seperti itu. Dia khawatir, takut terjadi sesuatu pada Riri dan Widya. Di tengah malam seperti ini, kedua perempuan itu pasti sedang tertidur lelap. Dan di lantai dua. Bagaimana mereka akan menyelamatkan di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN