31. Istimewa

1170 Kata

31. Istimewa Tian menggandeng Clarissa memasuki rumah. Dia dan gadis kecilnya baru pulang setelah jalan-jalan sore. Lebih tepatnya menemani Clarissa bersepeda keliling komplek. Gadis kecilnya sudah lebih pandai mengayuh sepeda sekarang, meski tetap saja, Tian tidak boleh lengah melihat sang putri. Clarissa sudah memanggil-manggil Yasmin sejak baru menginjak undakan teras, namun sampai Tian memasuki ruang tamu, sahutan Clarissa tak kunjung mendapat balasan. "Mama ke mana, Pa?" Clarissa bertanya, menghentikan langkah untuk mengedarkan tatapan ke sekeliling ruang. Sama seperti yang Clarissa lakukan, Tian pun mencari-cari keberadaan Yasmin. "Mungkin Mama sedang mandi," ucapnya, hingga detik berikutnya, semerbak wangi masakan menguar menyapa indera penciumnya. "Mungkin juga sedang masak,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN