30. Selalu tentangmu Yasmin menguncir rambut Clarissa. Hanya sebentuk ekor kuda. Ia tersenyum menatap gadis manis di depannya yang menyungging cengiran khasnya. Seolah apa yang baru saja Yasmin lakukan adalah sebuah hal yang begitu besar. "Anak Mama udah cantik dong," Yasmin menata poni sedahi Clarissa. Hari sudah siang dan Yasmin memang tidak datang ke toko kue, Tian yang meminta, meski ia sudah merasa baik-baik saja. Demi keberlangsungan rumah tangganya agar tetap terjalin baik, Yasmin pun menuruti, lagi pula, Tian hanya meminta untuk hari ini. Dan omong-omong tentang Tian, Yasmin sudah menjelaskan segala yang pernah terjadi di masa lalu. Memang tidak langsung mendapat pelukan hangat dan lontaran kalimat cinta bertubi dari Tian, namun, saat lelaki itu mengatakan mengerti dan meminta

