43. Sebuah tamparan Yasmin melambaikan tangan melihat Clarissa keluar dari ruang kelas dengan senyuman lebar. Seperti biasa, Yasmin menjemput Clarissa sepulang sekolah. "Mama ...." Clarissa berseru, berlari riang menuju Yasmin. Dan setibanya di depan Yasmin, gadis itu segera memeluk tubuh Yasmin. "Bahagia banget anak Mama," Yasmin mengusap wajah Clarissa. "Cla dapat nilai A untuk menggambar." Clarissa memberi tahu. Dia segera membuka tas merah mudanya dan mengeluarkan buku bergambar untuk ditunjukkan pada Yasmin. "Ini, Mama lihat, kan. Cla udah pandai menggambar sekarang." Yasmin mengusap puncak kepala Clarissa penuh bangga dan melirik buku bergambar bocah manis itu. "Iya, putri Mama memang pintar. Tapi, kenapa hanya ada Papa dan Mama, Cla mana?" tanyanya, saat ia hanya menemukan s

