42. Percaya padamu Tian yang baru saja pulang, dan selesai membersihkan diri segera mendatangi kamar Clarissa, mencari dua perempuan yang amat ia kasihi dan tidak menyambutnya pulang. Baru pukul delapan malam, padahal. Dia mengungkit handel pintu dan seulas senyum tersungging saat menemukan Yasmin sedang disibukan dengan ponsel, sedangkan Clarissa sudah terlelap nyaman memeluk guling. "Aku nggak disambut pulang," ucap Tian memasang wajah pura-pura sebal saat berjalan mendekati Yasmin yang tampak terkejut mendapati kehadirannya. "Mas udah pulang?" tanya Yasmin, segera menutup ponselnya dan meletakkannya disamping nakas. Tian mengangguk pelan. "Udah dari tadi. Sepi banget rumah," katanya. Yasmin meringis. "Mas bilang, mau pulang rada malam, jadi aku nemenin Cla di kamar." Sore t

