41. Sebuah tangisan

987 Kata

41. Sebuah tangisan Yasmin duduk di depan ruang IGD sebuah rumah sakit dengan getar tubuh kian hebat. Di dalam ruang, putri kecilnya sedang mendapatkan penanganan pertama. Air matanya mengalir deras tanpa tahu malu, menunggu dengan tidak sabar. Clarissa akan baik-baik saja, Yasmin tahu itu. Namun tetap saja melihat sang putri yang terluka karena kelengahannya membuat dia tak mudah memaafkan diri sendiri. Dan satu yang jelas, tentang Ronald, yang kemungkinan besar menjadi pelaku tabrak lari putri kecilnya. Mobil yang menyerempet Clarissa kabur sebelum security komplek menangkapnya. Tubuh Yasmin menggigil semakin kencang. Ancaman Ronald semakin menggema di gendang telinganya. Lelaki itu tidak pernah main-main. Namun dengan melukai orang-orang terkasihnya, Yasmin tidak sampai berpikir ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN