Jeko dan Filia saling menatap, mulut mereka masih terasa kelu, hanya tangan mereka yang perlahan saling meraih. Air mata mereka mengalir dari ujung mata mereka masing-masing, tersenyum karena mereka akhirnya bisa kembali. Orang tua Filia dan Jeko masuk duluan untuk memeluk anak-anak mereka, peluh dan air mata yang tertahan bercampur dengan kebahagiaan mengalir membasahi pipi mereka. Papa Jeko yang selalu terlihat tegar itu, tidak bisa membendung air mata bahagia yang mengalir untuk menyambut anak laki-lakinya itu kembali kedalam pelukannya. Pelukan di kepala Jeko, membuat Jeko tidak bisa berhenti menangis. "Pa-pa," Jeko mengucapkan dengan semua tenaga. "Iya Je, Terimakasih kamu masih kembali kepelukan papa, jangan terlalu memaksakan untuk berbicara, papa sangat bahagia kamu sudah kemb

