Filia hatinya bercampur aduk, belum bisa berfikir jernih sepanjang perjalanan. Air matanya terus menetes membasahi kedua pipinya, merasakan dilema yang luar biasa di dalam hatinya, ada terbersit rasa percaya yang tidak tahu dari mana datangnya? Tapi ketika membayangkan kejadian yang dilihatnya tadi membuat dirinya ingin marah, selama Filia belum mengetahui keadaan sebenarnya, dia tidak akan bisa memukul orang. Tiba-tiba dia berhenti di klinik Dokter pribadi Jeko, Apa yang ku lakukan kenapa aku kesini? Filia turun dari mobilnya dan mendatangi kantor dokter pribadi Jeko itu. Ketika sampai di depan pintu ruangan Dokter itu, Filia memakai kacamata hitamnya untuk menutupi sembab dimatanya. "Thok,thok,thok." Dokter hanya berkata, "Masuk!" Dokter itu mengangkat wajahnya begitu terkejut ketik

