Hari sudah semakin gelap, Dokter pribadi Jeko dan Filia menuju tempat mama Jeko di makamkan. Dokter pribadi Jeko cukup terkejut ketika Jeko lemas di sudut dinding. Dokter pribadi Jeko berlari mendekati Jeko, meletakkan tubuh Jeko di pangkuannya. "Je, sadarlah! Jangan memejamkan mata! Kamu membuatku takut." Dokter itu sedikit panik. "Sayang, maafkan aku! Aku percaya padamu, " Filia memegang kedua pipi Jeko. "Filia ambilkan tiga suntikan di dalam tasku! dia hampir kambuh," Dokter itu menunjukan tas di belakang punggungnya. Dokter pribadi Jeko langsung menyuntikkan satu persatu di lengan Jeko. Wajah Jeko masih terlihat pucat, mata yang terlihat sayu itu memandang Filia dihadapannya dan meraih tangannya lalu meraih tengkuknya dan dengan susah payah memeluknya, dokter pribadi Jeko menyer

