Hari sudah malam dan Filia mulai tersadar, matanya mulai terbuka pelan dan tangannya mulai bisa di gerakkan walaupun masih terasa perih karena bintik bernanah itu. Badannya sudah kembali ke suhu normal dan warnanya sudah tidak memerah lagi. Filia melihat Jeko tertidur disampingnya, Filia membelai pelan rambutnya. Dalam hati dia merasa bersalah tentang kejadian di malam itu, mungkin jika dirinya tidak keluar maka dia tidak akan berada di rumah sakit. Jeko maafkan aku! Seharusnya malam itu aku tidak keluar. Aku sama sekali tidak menciumnya mungkin aku kambuh karena sentuhan hidung itu. gumam Filia yang masih menggunakan oksigen yang menutup mulut dan hidungnya. Dokter tahu Filia sudah sadar, dokter itu beranjak dari sofa dan menemui Filia. "Bagaimana keadaanmu?apakah sudah lebih baik?"tan

