Aisyah dan Reza pun sudah sampai mobil Reza. Mereka duduk berdampingan, sebenarnya Aisyah ingin duduk di belakang. Tetapi tidak di perboleh kan oleh Reza dengan alasan. "Aku bukan Supir kamu Syah."
Mereka membelah jalanan malam dengan keheningan. Karna tidak ada satu pun dari mereka yang mencoba memeceah keheningan. Sebenarnya ingin mereka ngobrol tetapi tidak ada topik yang pas untuk di bicarakan.
Lama kelamaan Reza pun mulai merasa bosan dengan perjalanan yang monoton ini. "Eee Syah." Panggil Reza memecah keheningan.
"Ehh iya Zaa?." Tanya sekaligus jawab Aisyah.
"Kamu mau denger musik? ini setel aja Syah ada audio di mobil buat apa kalo ga di gunakan." Ucap Reza.
"Mmm iya Zaa makasih tapi aku udah jarang denger musik, lebih sering denger sholawatan di rumah Zaa." Ucap Aisyah menjelaskan.
"Ohh iyakah? yaudah kamu setel aja sholawatan yang mau kamu dengar, ini bisa lewat bluetooth kok Syah, kamu tinggal sambungin aja ke hp kamu." Tawar Reza.
"Hahaha engga Zaa terimakasih, lagi pula aku ga pantes aja denger sholawatan di dekat orang non muslim. Bukan ga di perbolehkan sii tapi takut ganggu, lagi pula kamu kan gatau sholawatan kaya gimana. Palingan kamu tau nya sholawatan waktu sore di masjid-masjid hehe." Ucap Aisyah.
"Hahaha iya juga yaa nanti aku takut ngantuk soalnya. Dulu kamu inget ga waktu ada acara apa tuh yang bu Eci hamil, kan kalian pada baca kitab kalian yaa aku nunggu di belakang. Aku tidur tau hahaha adem banget soalnya suara ustadz nya." Kata Reza mengingat masa sekolah dulu.
"Aduhh kok kamu masih inget sihh, nama ustadz itu bang Ghani Zaa dia murid abi aku. Dan yang kita baca itu yasin, bukan kitab kita sii tapi itu ada doa dan ada beberapa ayat yang ada di kitab kita. Jadi surat yasin itu berisi beberapa surat di Al-Qur'an Zaa, dan itu acara 7 bulanan bu Eci dulu." Jelas Aisyah pada Reza.
"Ohh iya iya Syah, jadi yasin itu biar lebih simple bawa nya yaa waktu ada acara-acara kayq gitu. Kan kitab suci kamu tuh tebel banget." Ucap Reza.
"Nah iya Zaa itu." Jawab Aisyah.
"Yaudah Syah gimana kalo denger salah satu musik kesukaan aku? di agama kamu di perbolehkan kan dengerin musik?." Tawar sekaligus tanya Reza.
"Boleh kok, tapi jangan terlalu sering karna katanya mengganggu hafalan kita Zaa." Ucap Aisyah.
"Yaudah Zaa setel aja musik yang mau kamu dengar, aku juga penasaran hehe udah lama ga denger musik soalnya." Kata Aisyah.
"Ini Syah lagu first love Nikka Costa." Ucap Reza memberi tau.
"Waw kamu pecinta lagu-lagu lawas yaa." Ucap Aisyah.
"Hahaha kamu tau juga? bagus deh siapa tau kita bisa nyanyi bareng." Ucap Reza.
"Hahaha aku ga bisa nyanyi Zaa jelek suara aku." Kata Aisyah merasa insecure.
"Duh kamu ini, cara ketawa, bicara, dan nafas kamu aja merdu Syah." Goda Reza pada Aisyah.
"Ihhh apaan sih Zaa." Yaa hal ini mampu membuat Aisyah salting dan membuang pandangan nya ke kaca mobil di samping nya.
"Hahaha salting nya lucu, ini aku setel yaa aku nyanyi kamu ikut juga dong." Ucap Reza.
******
*First love*
Every one can see
There's a change in me
They all say i'm not the same
kid i used to be
Dont go out and play
I'll just dream all day
They don't know what's wrong with me
And i'm to shy to say.
*Reff*
It's my first love
What i'm dreaming of
When i go to bed
When a lay my head upon my pillow
Don't know what to do.
My first love
He thinks that i'm to young
He doesn't event know
Whis that i could show him what i'm feeling
Cause i'm feeling my first love.
*****
Miror on the wall
Does he care at all
Will he ever notice me
Could he ever fall
Tell me teddy bear
Why love is so unfair
Will i ever find away
And answer to my pray
*Lanjut reff.*
*********
Mereka pun bernyanyi bersama. Yaa Aisyah terbawa suasana, dia memang suka bernyanyi. Tetapi suami nya sering bilang. "Dari pada kamu nyanyi-nyanyi gajelas, mending surahan atau hafalin surah-surah yang kamu gatau." Seperti itu kata suami Aisyah.
Aisyah sangat takjub dengan Reza. Meski umur nya tidak seperti dulu lagi dia tetap tampan dan punya charisma tersendiri. Kulit nya tetap terjaga, otot-otot tubuh nya tetap bugar dan malah tambah kekar di usia dewasa seperti ini.
Dulu Reza mempunyai otot juga karna dia merupakan atlet basket. Jadi otot tangan dan perut nya terjaga, tetapi tidak se bugar sekarang.
Yaa untuk ke sekian kali nya Aisyah terpesona dengan pesona sang EX CRUSH nya dulu. Dia memang tipe-tipe Aisyah sekali.
Mereka pun bernyanyi bersama sepanjang jalan. Dan apakah kalian tau bahwa Reza memilihi jalan yang lebih jauh untuk sampai tujuan.? Yaa itulah yang Reza lakukan sekarang, dia memang sengaja memilih jalan yang lebih jauh agar bisa menghabiskan waktu lebih lama dengan Aisyah.
Mereka masih bernyanyi dengan ria dan gembira sehingga waktu pun terlewat begitu saja hanya dengan aktifitas bernyanyi mereka dan obrolan candaan mereka.
Jam sudah menunjukan pukul 21:00 dan mereka masih asik di dalam mobil. Apa Aisyah ga sholat isya? Yaa Aisyah lupa dengan ibadah nya akibat kesenangan dunia yang dia jarang sekali dapat semenjak menikah. Dia terlalu asik dengan kegiatan nya sekarang.
Waktu terus berlalu dan jam menunjukan pukul 22:00. Sekarang Reza dan Aisyah sudah memasuki komplek tempat tinggal Aisyah. Aisyah pun meminta di turunkan agak jauh dari rumah nya, dia takut jika suami atau tetangga melihat Aisyah di antar pulang oleh pria lain akan menimbulkan fitnah.
"Thanks yaa Zaa udah mau anterin aku pulang." Ucap terimakasih Aisyah.
"Hahaha santay Syah, aku juga seru kok ngobrol sama kamu. Kebetulan kita kan juga udah lama ga ketemu." Balas Reza.
"Hahaha yaudah Zaa aku pamit yaa." Ucap Aisyah sembari membuka pintu dan keluar mobil.
Tetapi Reza menahan Aisyah dengan memegang tangan Aisyah. "Tunggu Syah. Aku mau ngomong dulu sebentar." Ucap Reza menahan Aisyah.
"Ohh eemmm mau ngomong apa Zaa.?" Tany Aisyah.
"Ini perusahaan aku butuh seles untuk memasarkan produk-produk peralatan dapur yang baru kita buat. Kalo kamu berminat joint untuk jadi selesh di perusahaan aku ini name card aku ada nomer aku pribadi juga Syah." Ucap Reza menawarkan sekaligus mengasihi name card nya.
"Emmm thanks Zaa tapi aku pikir-pikir dulu deh, nanti kalo aku mau joint aku hubungi kamu." jawab Aisyah secara halus.
"Iya Syah aku ga maksa, inget yaa aku ga maksa. Tapi jika kamu mau pintu buat joint kamu terbuka lebar, lagi pula kamu hanya ibu rumah tangga dari pada gabut di rumah ya kan hahaha." Ucap Reza.
"Iya juga sih Zaa nanti deh aku bicarain sama suami aku dulu." Balas Aisyah.
"Yaudah Syah ini pegang name card aku. Oh iya kapan-kapan kita bisa kan ketemu lagi? hahaha seru main sama kamu." Ucap Reza sekaligus tanya.
"Inshaaalah Zaa." Jawab Aisyah.
"Apa itu Syah?." Tanya Reza tidak mengerti.
"Jika Allah kehendaki Zaa." Jawab Aisyah.
Aisyah pun keluar dan berpamitan pada Reza, dan juga tanpa salam karna Reza berbeda keyakinan dengan dia. Hanya say goodbye saja.
Singkat waktu Aisyah sudah sampai di rumah dan sedang duduk dengan suami nya. Dia pula sudah mandi sehabis keluar seharian tadi.
"Kamu kok lama banget yang.?" Tanya Sofyan sang suami.
"Eeee tadi macet mas. Dan juga mungkin karna aku ke asikan sangking lama nya ga ketemu hihii." Balas Aisyah.
"Dasar, btw udah sholat maghrib dan isya kan kamu.?" Tanya Sofyan.
Dan yaa Aisyah memang sudah sholat maghrib tapi belum dengan isya, dia baru inget akan ibadah nya itu.
"Eee ohh udah mas tadi di musholah deket caffe." Jawab Aisyah setengah berbohong dan setengah jujur.
Dia berbohong soal sholat isya itu, tetapi dia jujur soal sholat di musholah deket caffe itu.
"Yaudah bagus. Terus kamu kok gabisa di hubungi sih hp kamu, kenapa emang? mati.?" Tanya Sofyan lagi.
"Eee iya mas tadi lowbat pas di perjalanan pulang. Dan aku ga bawa powerbang dan chargeran." Jawab Aisyah berbohong.
Dua kali sudah Aisyah berbohong pada Sofyan. Dan ini hal yang Aisyah jarang lakukan yaa memang Aisyah pernah berbohong tetapi hanya soal kalo dia di tanya sudah makan atau belum. Dan ini dia berbohong soal ibadah dan soal kabar untuk yang pertama kali pada sang suami.
Waktu berjalan sepasang suami istri ini sudah berada di kamar.
"Yangg mas pengen nihhh." Ucap Sofyan kode.
"Hihii, mas pengen apa hmm?." Tanya Aisyah nakal.
"Pengen makan kamu." Ucap Sofyan dan langsung menubruk badan sang istri.
Ciuman dan jilatan di layangkan Sofyan di beberapa anggota tubuh Aisyah.
"Mmmhhhh sssshh masshhh pelan-pelanhh mmmhh nafsu bangett sihh kamuu." Ucap Aisyah keenakan mendapat serangan dari sang suami.
"Sssshh ohhh yangg aku udah ga kuat, kita langsung mulai aja yahh." Ucap Sofyan.
Mereka pun membuka pakaian masing-masing dan bersiap memulai pertempuran.
"Ssshhh ohhh berasaa masshh mmmhh." Ucap Aisyah memuji kejantanan sang suami.
Sofyan memang mempunyai p***s yang besar di banding orang-orang indo pada umum nya. Tetapi dia mempunyai kelemahan yang akan kalian tau sebentar lagi.
"Aahhhh.... Masshhhh enakkkhh ohhh terusshh mashhhh ohhh." Ucap Aisyah yang mulai merasakan keenskan itu.
"Aahhhhh... Sayangghhhh masshh ga kuatthhh ohhhh." Yaa ini lah kelemahan Sofyan keluar terlebih dahulu (EJAKULASI DINI.)
Yaa lagi-lagi Aisyah harus memendam gairah nya sendiri demi memuaskan sang suami.
"Kamu udah keluar kan sayang? mas cape banget." Ucap Sofyan.
"Eeehh iya mas udah, aku juga lemes banget mass." Jawab Aisyah berbohong (Ini juga yang athor maksud dari bohong yang suka di lakukan Aisyah selain kalo di tanya udah makan atau belum.)
"Yaudah yuu sayang kita tidur, jangan lupa baca doa." Ucap sang suami.
"Iya mas." Ucap Aisyah singkat karna dia sedang menahan birahi nya itu.
Yaaa Aisyah pun melalui malam dengan kesiksa karna menahan birahi.
Dulu Sofyan mampu memuaskan Aisyah mungkin karna pekerjaan yang super sibuk membuat pertahanan nya terkuras dan yaa cepet keluar.
Di saat sedang menahan birahi Aisyah pun mengingat kembali sosok Reza dan kesenangan yang tadi ia buat bersama nya.
Hal itu mampu membuat rasa kesiksa nya menjadi rasa bahagia sekarang.
"Kamu ga berubah Zaa. Malah makin lebih hihii." Ucap Aisyah tanpa sadar.
Aisyah pun memutuskan untuk tidur menyusul sang suami yang sudah di alam mimpi itu.