Langkah kaki Daren membawanya masuk ke tempat sang istri berada. Ini adalah hari resepsi mereka. Dan hampir sejam lebih Iris berias diri dibantu oleh orang-orang yang sudah Daren pekerjakan. Dibukanya pintu ruangan itu, semua yang ada di sana didominasi oleh para wanita. Kedatangan pria tampan ini membuat semua orang terlihat iri ketika Iris memiliki suami sempurna seperti Daren. “Apakah belum selesai?” tanya pria ini dengan pandangan lurus ke kaca besar yang menampilkan wajah sang istri. Iris tersenyum kecil melihat suami tampannya itu. “Sudah, Pak,” jawab salah satu wanita di sana. Daren mengangguk. Semua orang yang ada di ruangan itu pamit undur diri. Tanpa disuruh pun mereka sudah sadar diri untuk segera meninggalkan pasangan baru ini. Iris beranjak dari tempatnya dan berjalan m

