"Nggak mau," tolak Iris ketika Daren mencoba mendekatinya lagi. Kali ini Iris sudah tak malu lagi memperlihatkan kemeseraannya di depan para pekerja Daren di rumah. Oh iya, pria itu masih akan cuti sampai resepsi dilakukan. Iris sedang menuliskan nama-nama orang yang akan mereka undang, tetapi bukan Daren namanya jika tidak merecoki istrinya. Mungkin setelah menikah keadaan malah berbalik di mana Daren yang lebih agresif, sedangkan Iris yang santai. Kali ini Daren merecoki istrinya itu dengan terus duduk mepet dan menggoda Iris seraya sembari mendaratkan kecupan-kecupan di bahu wanita tersebut. "Astaga." Iris sudah hilang kesebaran. Wanita itu menatap tajam Daren. Bukannya takut, Daren malah tertawa ketika melihat istrinya marah. "Kamu tuh ya ganggu mulu. Ini aku nggak selesai-selesai

