Kirana benar-benar datang ke kantor LK magazine demi mencari orang yang menabraknya. Ia masih yakin kalau dirinya akan bertemu dengan lelaki itu. Hal tersebut tentu saja membuat sang ayah terheran-heran. Pasalnya, putri bungsunya itu datang tanpa memberi tahu sebelumnya. "Kenapa Appa malah heran? Kan, Rara hanya ingin main ke sini. Kemarin saja Rara dipaksa." jawabnya ketus saat sang ayah bertanya perihal kedatangannya. Gadis itu sibuk dengan ice choco di tangannya sambil matanya sesekali menyisir ke sekeliling. Rapat akan segera dimulai. Orang-orang sudah masuk ke ruang rapat tapi ia tidak melihat sama sekali lelaki yang mencurigakan itu. Bagaimana ia bisa berpikir seperti itu? Karena seingatnya yang sudah menabraknya tempo hari bukan orang tua dan orang yang lewat sekarang nyaris tak

