Luna menghela napas pelan, menatap jendela pesawat yang sudah mulai terisi penumpang. Dengan suasana yang cukup santai, mereka akan melanjutkan perjalanan dari Bangkok menuju Ho Chi Minh, dan sepertinya semua tampak berjalan mulus. Seperti biasa, Raisa sibuk dengan Rafael, memeriksa peralatan anak kecilnya yang hampir tak pernah lupa dibawa—topi, camilan kecil, dan botol minuman. Nayla dan Mira duduk bersebelahan di kursi depan, berbincang tentang segala hal yang mereka rencanakan selama perjalanan di Vietnam nanti. Luna sendiri merasa sedikit melankolis. Talia yang masih memulihkan diri di rumah sakit di Bangkok, sementara ia dan yang lainnya melanjutkan perjalanan ini. Luna sempat merasa sedikit bersalah karena mereka melanjutkan perjalanan tanpa sahabatnya, meskipun mereka semua tahu b

