Di Sudut Kota

2039 Kata

“Jalan aja, Sa, sama Khalil. Kami juga jalan berempat kok,” ujar Luna, suaranya terdengar riang dan santai saat menjawab telepon dari Raisa. Di seberangnya, Raisa sedang berdiri di balkon kecil hotelnya sambil memeluk Rafael yang masih tampak mengantuk. Sementara Khalil sedang menyiapkan perlengkapan kecil mereka untuk hari itu—botol air, camilan ringan, serta topi kecil Rafael untuk melindungi dari panas matahari Bangkok. Suasana pagi itu tenang, cerah dengan langit biru yang sedikit pucat, dan angin Bangkok yang bertiup pelan membelai wajah Raisa. “Bener nih? Kalian gak keberatan?” tanya Raisa memastikan. “Nggaklah. Kami juga pengen jalan-jalan berempat aja. Lagi pengen quality time juga,” jawab Luna, masih dengan nada ringan yang penuh keyakinan. Padahal, kenyataannya sangat berbeda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN