"Yakin mendingan?" Itu sudah entah pertanyaan keberapa dari Jason pagi itu, tapi nadanya tetap sama: lembut, penuh kekhawatiran, dan sedikit nada ragu yang sulit disembunyikan. Mereka berada di kamar rawat inap yang tidak terlalu besar, tapi cukup nyaman. Jendela besar di sisi ruangan menghadap ke deretan pohon palem dan langit Bangkok yang mulai cerah. Sinar matahari pagi menyusup perlahan ke dalam ruangan, menyelimuti tempat tidur Talia dengan cahaya hangat. Sudah dua hari Talia dirawat di rumah sakit sejak tiba-tiba ambruk karena kelelahan dan dehidrasi. Sejak saat itu, Jason nyaris tidak beranjak dari sisinya. Ia tidur di kursi malas yang disediakan rumah sakit, bahkan sempat tertangkap perawat tertidur sambil memegang tangan Talia semalaman. Talia duduk bersandar di ranjang, mengen

