Matahari mulai beranjak tinggi, tapi semangat mereka belum luntur sedikit pun. Setelah keluar dari Reunification Palace dengan langkah-langkah ringan dan pikiran yang masih mengingat ruang bunker serta cerita sejarah yang tak terbayangkan, mereka memutuskan berjalan kaki menuju area Nguyen Hue Walking Street. Suasana di sana terkenal ramai, apalagi siang menjelang sore seperti ini. Trotoar kota Ho Chi Minh yang rapi dan rindang membuat perjalanan terasa menyenangkan. Pohon-pohon besar melindungi mereka dari terik langsung, dan angin kota masih menyelip di antara gedung-gedung kolonial dan modern yang berdiri berdampingan. Rafael tertidur di stroller-nya, kepala sedikit miring, topi kecilnya menutupi separuh wajah mungilnya. Raisa menutupi kakinya dengan selendang kecil. “Nguyen Hue tuh k

