Mira masih menjalani rutinitas kontrol ke psikiater, meski beberapa kemajuan signifikan sudah mulai terlihat dalam dirinya. Kini, ia sudah bisa tidur dengan lebih nyenyak hampir setiap malam, sesuatu yang dulu terasa begitu sulit ia raih. Tidur yang tenang dan teratur menjadi salah satu pondasi penting dalam proses pemulihannya. Namun demikian, gangguan kecemasan atau anxiety tetap belum sepenuhnya hilang dari hidupnya. Kadang-kadang rasa itu muncul tanpa sebab yang jelas, kadang pula dipicu oleh hal-hal tertentu yang mengingatkannya pada masa-masa sulit di masa lalu. Salah satu pemicu utamanya adalah komunikasi dari keluarganya, terutama dari ayahnya. Setiap kali melihat nama sang ayah muncul di layar teleponnya, detak jantung Mira seolah melonjak tajam. Perasaan takut, cemas, bahkan tra

