Waktu memang terus berjalan, tak peduli seberapa berat beban yang harus dipikul manusia di dalamnya. Hari berganti hari, bulan demi bulan berlalu, membawa mereka semakin jauh dari peristiwa di acara pernikahan itu. Sudah lima bulan sejak ancaman itu dilontarkan Nindy di hadapan Raisa, namun luka yang ditinggalkannya di hati perempuan itu tak begitu saja sembuh. Bahkan, rasanya semakin dalam mengakar seiring berjalannya waktu. Khalil, sebagai suaminya, tentu saja tidak buta. Ia bisa merasakan perubahan kecil dalam sikap Raisa. Ia melihat bagaimana istrinya menjadi lebih mudah gelisah, lebih sering termenung tanpa sebab jelas, dan lebih waspada terhadap hal-hal kecil yang sebelumnya tak pernah dipedulikan. Ia juga menyadari bahwa setiap kali ada pesan tak dikenal di ponsel Raisa, atau setia

