BANGKIT DARI HINAAN
Saya terlahir dari keluarga yg begitu sederhana,kesederhanaan saya mulai terhina setelah saya menikahpun tetap terhina. Entah apa yg dipandang mereka dari saya, dan saya ,saya mempunya anak 2 dan istri saya. Kami menjalani hari-hari kami dengan mencari pekerjaan kesemua tempat,bahkan kami mencari keteman-teman saya dan bahkan dikeluarga, tapi hal hasil tetap tidak ada dapat 1 pekerjaan buat saya,. Saya kebingungan,dan saya putus asa awalnya sampai saya memikirkan sesuatu jalan terlarang, yaitu nekat mau menjual ginjal saya kepada orang yang sedang membutuhkan,tapi itu percuma,percuma dijual tapi anak2 dan istri saya pasti akan masalah lagi.yaallah yaaaatuhannnku engkaulah yang maha tahu apa yang harus aku lakukan,. Keseharian kami hanya menjadi benalu buat kelurgaku ,sampai kami tidak pernah dianggap kami ada di dalam keluarga besar saya,dan dan kami pun tidak pernah dianggap ada walupun kami sudah menguras tenaga buat apa yang mereka inginkan ,bersihin rumah dan kamar mandi semua keluarga,bahkan menggosok tanpa bayaran apapun.tetap saja tidak pernah dianggap.
Kami makan dengan mereka,numpang tempat kelurga ibuku,aku dibilang orang hanya bisa menyusahkan saja ,hanya taunya makan saja dan tidak binya menampung beban keluarga, ohh yaallah ,saya sudah berusaha,tapi tidak dapt juga saya temukan pekerjaan.
Mulai dari saudara-saudara ibu saya dan sepupu saya menghina,terhina,terhina dan terhina terus saya disini.aku berpikir aku akan jadi orang asing bagi mereka dan anakkku dan isrtiku jadi kena semuanya,kami di benci banget sama mereka,aku yang tak rela dihina kami ingin menco cari jalan keluar semua ini,dari permasalahan ini,akhirnya kami memutus besabar dan ikhtiar kepada allah swt.
"Yaallah,engkaulah tuhanku,engkaulah pelindungku,engkaulah tempat mengaduku,dan hanya engkaulah yang mampu membibingku kejalan rizki yang kau turunkan akan buatku yaallah,berikanlah kami jalan yang engkau ridhoi untuk kehidupan kami kedepannya,tidak mungkin rizki ini hanya sebatas ditanah ini,berikanlah kami petunjuk,dan arahkanlah kami kejalan rizkimu yaallah.amiiinnnn
Allah,ya allah itulah tempat saya dan istriku mengadu,kami berharap keluarga yg menghina kami ini jauh dari pandangan kami,dan kami jauh dari hinaan-hinaan mereka,sakit yg kami rasakan ini,lebih sakit dari pada luka api yg membakar,
Keesokan harinya,keluarga sedang ada acara,dan acarapun hampir tiba,kami mulai di dekati mereka perlahan-lahan,ternyata mereka meminta bantuan buat acara besok dan kami pun mau membantunya,kami pikir dengan inilah kesempatan kami ingin tunjukan bahwa kami tidaklah pemalas dan inilah juga buat saya mencari peluang kerjaan, karna keluarga kumpul semua dan saya ingin menanyakan pekrjaan yang baiklah buat saya dan buat kehidupan kami dan anak,
Perkumpulan keluraga di hari persiapan besok,banyak keluarga yang telah hadir hanya sekedar buat ngobror, sayapun ikut kumpul, saya mulai tanya kepada mereka, apakah ada kerjaan sedikit buat saya karna saya ingin kerja buat s**u anak saya,itu ucapan saya dan mereka berkata, tidak ada lagi kosong sekarang, pas saya mau tanya lagi ,adik ibu saya tanya, mana pekerjaan yang kemarin anak saya mau kerja,jawab mereka apa, besok nanti kesana sama saya saja ketemu langsung sama teman saya disana, saya berkecil hati dan lalu pergi duduk didepan pintu depan sambil melihat anak saya main, saya sedih ketika dia berkata seperti, kepada saya tidak ada tapi kepda yang lain ada ,padahal saya punya anak sedangkan sepupu saya baru tamat, saya alihkan kesedihanku dengan melihat anak ku yg lagi main gembira dengan keponakanku yang lain.sudah kuduga itu pasti terjadi. Akhirnya saya menjahu pas ada acara. Sampai pas acar bsok sudah dimulai kamipun diacuhkan dan tidak ada diperdulikan lagi sampai acarapun selesai. Saya mengajak istri saya dan anak saya jalan kaki keluar main kerumah teman pada saat acara selesai kami mencari solusi untuk minta solusi atau sran kepada orang tua teman saya, tapi dia juga tidak mampu memberikan solusinya karena dia orang susah juga hanya berpendapat bahwa saya harus keluar jauh kekota lain. Akhirnya kami pulanglah lagi kerumah, kami berharap siapa tau ada sampaian atau titipan pekerjaan buat saya, ternyata tidak ada sam sekali.
Istri saya menangis dipangkuanku dan anakku tertidur pulas,stelah kami tular pikiran kami spendapat mencoba merantaukeluar dari kota kami,karna kami tidak tahan lagi dengan sikap keluarga ini, yang dipandang hanyalah orang-orang besar saja orang yang kaya raya saja,orang yang sisah tidak pernah diperdulikan bahkan tidak didukung dan diarahkan kejalan yang bemar biat kehidupan,semoga allah memberikan hidayah kepada mereka, anak ku yangvtak berdosa yang tidak tau apa apa tetap tidak pernah diperdulikan. Keluargaku sangat amat membenci kami,.
Keesokan harinya saya mencari informasi pekerjaan sehatian di loker luar provinsi atau luar kota, yang saya cari bisa bawak anak dan istri saya,terbya benara ada loker nya yang bisa bwakak anak dan istri secara geratis,dari komentarnya ratusan yang ikut dan berbagai daerah. Saya coba hubungi ternyata bemar-bemar bisa, akhirnya saya putuskan buat keluar, saya berpamitan kepada kelurga saya bahwa saya mau berangkat keluar kota,jauh di seberang pulang 4 hari perjalanan, akhirnya mereka membamtu doakan saja, setelah itu mereka bilang kenapa yidak cari disini saja pekrjaan ada kemarin banyak pekerjaan mau dikasih,kalian dari mana juga uang buat berangkat, nah apa saya bilang pikiran mereka pasti begitu, saya jawab, bahwa saya berangkat dibanyu teman dengan bersih semuanya, kerja apa kata mereka, saya jawab pekrjaannya banyak diasana sesuai apa yang kita bisa, tanpa basah basih lagi saya tutup telinga dan fokus tekat bulat buat pergi tidak melihat kebelakang saya lagi bahkan ibu dan ayahku juga,
Akhirnya kami berangkat ,saya anak saya 2 ikut juga dan istri saya, sayapun legahhh rasanya bisa keluar dari hianaan-hinaan yang menusuk hati saya.saya sangat senang berkumpul bermalam dijalan bersama keluarga hitung-hitung sekalian refresing,anak saya gembira dan istri saya senang sekali melihat kehidupan baru diluar mulai dari 0 .kami berjanji akan membuat anak-anak saya bahagia, tidak sampai disini masih banya cerita pahit sedihnya kami diluar,
Setelah perjalanan jauh,kami akhirnya sampai juga ditujuan yang dimana kami akan dipekerjakan, alhamdullilah kami mendapt mes 1 tumpanngan selama kami kerja, dan perlengkapan dapur dan perlengkapan lainnya,kami sangat senang sekali doa kami dijabah allah swt. Karnanyalah kami bisa sampai tempat keindahan dan kehidupan yang jauh dari hinaan. Selesai istirahat semalaman mes, besok kami diminta langsung kerja waww senangnya ,setiap hati bekeja seperti yang lain sambil berhibur mancing jalan di sekitaran tempat tinggal kami. Hala hasilblama kelamaan tidak tersa sampai 6 bulan lamnya kami jauh dari hinaan dan lupa dengan keluarga kami. Mencoba hubungi keluarga tapi hp kami rusa katna anak saya,.jadi kami tidak bisa komunikasi. Nomor hp nya pun patah dan tidak tau lagi harus gimna. Kami mencoba menunggu hp baru dan melacak lewat pertemanan di dunia maya. Tibalah gajian kami langsung beli hp dan mencarinya hingga dapatlah. Dan kami hubungi mereka tapi pas mau dihubungi sinyal sering kali hilang dan gangguan. Kami terus hubungi pas ad sinyal dan dapatlah berita,
Setelah itu......