Kringgg kringg kringg..
Suara Bel menggema di seluruh seantreo sekolah QIS. Semua murid sibuk keluar kelas untuk mengisi dan mengeluarkan yan mereka mau. Yah ini adalah waktunya istirahat di sekolah QIS. Bagi semua murid mungkin istirahat adalah waktu untuk menghilangkan stress sejenak yakan, tetapi puncaknya adalah Pulsek alias pulang sekolah hehe.
"ANTA!!" Panggil seorang gadis centil dengan nada manja menjyjykkannya,udahlah make baju ketat, bedak udah kayak tepung dah siap digoreng nih manusia centil.
Anta memutar bola matanya malas, kapa hidupnya bisa tenang dari spesies ulat bulu berwujud manusia yang selalu menggandol nya ini.
Anta tidak menghiraukan panggilan Cewe tadi, malah dia melenggang pergi meninggalkan cewe itu dengan wajah kesal.
Cewe itu menghentakkan kakinya kesal. Dia menoleh ke dayang dayang nya yang menahan ekspresi tawa.
"Paan lo tawa tawa!!" Ketus cewe itu ke dayang dayangnya. Sedangkan yang di tatap menunduk.
"Ah ela Lika lo masih aja sih ngejar ngejar tuh cowo es" ucap Ina menggelengkan kepalanya dan melipat tangannya didada sambil menatap Lika.
"Gw mau ngejar dia, dia milik gw seorang!" Tegas Lika lalu melenggang pergi meninggalkan ina dan dayang dayang lain menyusul Anta di kantin.
Skip Kantin...
"Napa muka lo kusut amat nta?" Tanya Robi saat melihat Anta datang dengan wajah Anta yang kusut kayak baju kagak di setrika setahun.
"Pasti cabe yah" tebak Reza Cekikikan.
"Ah ela bro si cabe mah biarin aja kale, gosah kusut gitu mending makan noh Mie ayam" Celetuk Robi menunjuk mie ayam yang tengah dimakan Reza.
"Najisun gw makan bekas ayam" ucap Anta berdigik ngeri. Pasalnya jika Reza makan maka udah kelihatan kaya orang ga makan sebulan. Belepotan lagi mulutnya.
"Ahaha Za lo dikatain ayam Sama si Anta noh Zah wah parah Zah haha" Tawa Robi menggelegar di kantin sampai semua perhatian orang mengarah ke meja yang merek tempati.
Happ..
Tisu bekas berhasil masuk dengan mulus kedalam ring basket eh maksudnya kedalam Mulut Robi yang tadinya masih menganga.
"Anjirr Satya!!! Jorok banget b*****t!!" Teriak Robi melihat tisu yang ada ditangannya. Habis diambil dari mukut tapi haha.
"Tisu bekas ingus gw itu uweekkk asin yah haha" Ucap Reza mengerjai Robi.
"SERIUS ZAH!!!" teriak Robi berdiri dari bangku nya menatao Satya tajam.
"Paan natap gw? Ntar suka gw kagak bisa tanggung jawab" celetuk Satya asal tanpa menoleh ke arah Robi.
Pletakk..
"Awsshh sakit Nta" Ringis Satya saat Anta menggeplak kepalanya dengan botol aqua yang masih ada isinya setengah.
"Homo anjir!!" Ucap Anta geli.
"b*****t ANTA!!!" Teriak Satya dan Robi bersamaan.
"Hussttt kalian ber4 dari tadi teriak teriak mulu sih yaampun" Tegur bu Emi penjual mie pecel, kebetulan meja yang ditempati AntaDkk di depan warung bu Emi.
"Noh bu si Satya ma Robi" ucap Anta dan Rezah bersamaan menunjuk Satya dan Robi.
"Kok Kita?" Tanya Robi menunjuk dirinya dan Satya.
Satya menoleh ke Robi menaikkan alisnya satu. "Helloww, KITA? LO AJA KALE!!" teriak Satya saat Robi bilang dirinya dan dia adalah kita oho God dia msih normal.
"Untung sahabat" gumam Robi kembali menduduki bangku nya disebelah Anta dan Rezah.
"Lo semua udah tau belom besok ada murid baru kan?" Tanya Rezah disela sela makan siang mereka.
"Hm" dehem Anta malas, karma dia tau siapa anak baru itu. Yang tak lain adalah twins nya.
"Iya tau gw" tambah Satya kembali memyeruput lemon tea nya.
"Emng napa?" Tanya Robi penasaran.
"Muridnya cewe boyy!!" Pekik Reza bersemangat.
"Seriua lo cewek?" Tanya Robi tak percaya. Pasalnya dikelas kemarin wali kelasnya ga bilang cowo atau cewe hanya ciri sifat saja.
"Ho'oh bukan hanya satu!!" Tambah Reza makin bersemangat.
Anta masih tak percaya dengan yan Reza bilang. Bukan hanya satu? 'Siapa lagi?' Batin Anta masih bertanya tanya.
"Berapa?" Tanya Satya dan Anta berbarengan.
"Aciee biasanya kalian berdua kagak suka tuh bahas cewek piwitt cemewew" goda Robi ke Ajta dan Satya. Soalnya kalau Reza dan Robi sedang cerita pacar mereka dan cewe pasti Anta dan Satya bakal pergi ntah kemana.
"Nanyak anjir!" Ketus Satya.
"Katanya sih 3 orang" celetuk Rezah.
"3?" Beo yang lainnya ke Reza.
"Iya burung kakak tua" jawab Reza.
"Masih muda anjir blm tua!!" Ucap Robi tak terima.
Sedangkan Anta dan Satya hanya cekikikan ga jelas aj karna sifat absurd kedua sahabatnya.
"Bukan sahabat gw" gumam Satya ke Anta.
"Apalagi gw" jawab Anta masih menahan tawanya.
"OMES b*****t!!" Teriak Anta dan Satya berbarengan kemudian pergi meninggalkan dua homo itu disitu.
"Emang kita bedebat karna apa?" Tanya Robi dengan linglung.
"Iyah padahal kan cerita tentang koleksi hewan kakek gw yak" ucap Reza menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Au ah gw mau balik by" Reza langsung pergi disusul Robi dengan larian kecil nya.
"Udah kayak film india aja taek!" gumam Robi mensejajarkan langkahnya dengan Reza.
•••
"QUEEN KANGEN!!" Ada yang memanggil Queen dan belakang.
Baru balik badan diri nya langsung di terjang oleh pelukan dari sahabat nya.
"Nafas gw" ucap Queen dingin + datar.
"Hee maap" orang itu melepas pelukannya seketika mata Queen berputar dengan malas.
"Kita bru jumpa kemarin kk Cha!" Ketus Queen kembali duduk dengan nyaman.
Echa? Dia duduk di depan Queen dan Theo.
"QUEEN MISS YOU" seseorang langsung melingkarkan tangannya di leher Queen. Queen seperti mengenal aroma parfum nya.
"Eh Nai" panggil Theo ke orang yang memeluk Queen. Reflek menoleh dan melihat Nai tersenyum.
"Aaa NAI!!" Pekik Queen lompat lompat langsung meluk Naik erat seerat eratnya. Udah lama ga jumpa. Dia nya sibuk.
Queen melepas pelukannya dan mempersilahkan Nai duduk di sebelah Echa.
"Kk lo ga bilang Nai ikut?" Tanya Queen cemberut.
"Kejutan" ucap Echa dengan senyum lebarnya.
"Hehe peachh" cengir Nai.
"Kapan balik dari Ausi Nai?" Tanya Theo ke Nai.
"Kemarin bang" jawab Nai tersenyum.
"Ouh abang ke kasir dulu yah"
"Iyah bang"
Queen melihat Echa dan Nai saling senggol saat Theo izin ke kasir.
"Eh kk Cha lo sukak ma abang gw?" Tanya Queen to the point.
"Ah gga kok apasih" jawab Kk echa masih malu malu.
"Iy pmfttt" gila mulut si Nai di bekap ma kk Echa.
"Kk adek kandung Lo ntu kalo mati ga ada adek kandung lagi elo kasian ntuh si Nai haha" ucap Queen ke kk Echa.
Kk Echa langsung lepas bekapan nya membiarkan Nai bernafas dengan menghirup banyak udara.
"b*****t lo jadi kk kandung" sinis Nai memandang kk nya tajam.
"Paan lo mau gw colok pake nih sendok ha!" Ancam Kk echa. Serem njir kk Echa. Haha.
"Eh psycho jangan dikeluarin disini lah anying!" Tegur Queen ke Kk Echa ma Nai. Mereka langsung nepuk jidat lupa.
"Pikun" sindir Queen ke kk adik itu.
"Gimana sama kantor Nai? Bagus? Ada perkembangan?" Tanya Queen ke Nai mumpung dia disini dan bang theo masih dikasir.
"Bag. . ." Ucapan Nai kepotong karna bang Theo pamit mau ke kantor katanya.
"Abang pamit deluan gpp kan Princess?" Theo mengelus kepala Queen dari atas.
Queen ngangguk dan tersenyum aja. Dia ngecup kening Queen trus pipi. Lalu dia jalan ke Echa eh tunggu ngapai?
Cup..
Theo mencium Kening Echa dengan lembut membuat pipi Echa memerah malu.
"Ehkem!" Dehem Nai.
"Jomblo mah bisa apa ya allah" dramatis Nai, Queen hanya cekikikan aja lia ekspresi si Nai.
"Ahah yaudah abang berangkat yah . Echa jagain Queen yah. Queen jangan melalak tanpa Echa abang ga mau kamu kenapa napa" ucap Theo ngelus rambut gw sayang.
"Trus tugas gw apa bng Theo!!" Sindir Nai ke Theo.
"Hehe kamu juga dong sama kayak kakak kamu, pokoknya tugas kalian saling menjaga"
"Syiap boss" ucap ketiga remaja cantik dengan riang.
"Eh gimana Nai?" tanya Queen lagi.
"Apanya?" Tanya si Nai dengan polosnya.
"Perusahaan ogeb!!" Celetuk kk Echa
"Aha itu jadi tuh ..... .....