Malam di Vilmera tidak seperti malam di Oakhaven. Di Oakhaven, malam terasa seperti selimut beludru yang menyekapmu pelan-pelan. Tapi di sini, di atas tebing yang menghadap samudra lepas, malam terasa liar. Angin menderu kencang, menghantam kaca-kaca besar villa dengan suara siulan tajam yang menakutkan. Aku duduk di depan meja rias di kamar tamu yang mewah, membiarkan pelayan villa—bukan Elara, melainkan wanita paruh baya berwajah kaku—memasang jepit rambut mutiara di kepalaku. "Tuan Lockwood meminta Anda mengenakan gaun ini," ucap pelayan itu datar, menunjuk gaun backless berwarna emerald green yang tergantung di lemari. Hijau. Aku membenci warna ini. Aku menurut tanpa bantahan. Aku mengenakan gaun itu. Kain satinnya dingin menyentuh kulitku, memeluk tubuhku dengan ketat, menampilka

