"Ayah, emang gak bahaya nyetir mobil pakai satu tangan?" Keandra bertanya, menyelipkan diri di celah antara dua kursi depan. Barra segera melepaskan genggaman tangan dari sang istri. "Ini ayah nyetir pakai dua tangan." "Tadi tangan kiri Ayah pegangan sama Ibu," sahut Keandra. "Cuma sebentar." "Tapi itu gak baik, Ayah ... bahaya. Ayah kalau lagi nyetir harus fokus, lihatnya ke depan. Pakai dua tangan," cerewet Keandra. "Iya, Sayang. Maaf. Ayah salah. Ayah lupa. Lain kali ayah gak ulangi lagi," sesal Barra. "Oke, Ayah. Aku maafin," sahut Keandra kemudian mengecup singkat pipi sang ayah. Barra terkekeh sambil membingkai pipi putrinya. "Makasih, Sayang." "Ayah! Tangannya!" pekik Keandra saat menyadari sebelah tangan ayahnya berada di wajahnya. "Oh, iya. Ayah lupa." Barra kembali memeg

