94 | Lembaran Baru

1220 Kata

"Enggak! Aku nggak bohong. Kemarin itu memang sakit. Tapi sekarang udah mendingan," kilah Barra, "aku nggak mau bilang sama kamu karena takut kamu nggak bolehin lagi aku di sini," cicitnya. Annisa memukul lengan kanan suaminya yang sejak tadi pagi sudah melepas gendongan tangan, tetapi bagian jemari masih terbungkus dengan kain perban. "Jadi ini udah nggak sakit?" Barra menggeleng. "Mas ini, suka sekali bohongin aku!" gerutu Annisa. "Maaf. Aku cuma gak mau jauh dari kamu dan anak-anak," sesal Barra lagi, hatinya kembali ketar-ketirk sebab takut istri yang baru saja mau memaafkan kesalahannya kembali marah. "Tolong jangan marah lagi." Namun ternyata di luar dugaan wanita itu terkekeh. "Mas ini aneh kenapa coba aku harus marah? Aku justru senang ternyata tangan Mas udah nggak apa-apa."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN