Annisa membuka mata. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah damai sang suami yang masih terlelap sambil memeluknya. Kedua sudut bibir tertarik hingga senyum pun terukir di wajah. Perlahan ia mendekat dan mencuri kecupan singkat di bibir sang suami. Ketika hendak bangun tiba-tiba saja suaminya memeluk erat. Ia pikir pria itu masih tidur. "Mau ke mana kamu?" "Mau ke kamar mandi lah. Memangnya Mas pikir mau ke mana sepagi ini," sahut Annisa, mencoba bangkit tetapi tidak berhasil. "Bisa tolong lepas tangannya? Aku jadi nggak bisa bangun." "Enggak mau!" Barra masih memejamkan mata karena sebenarnya ia masih mengantuk. "Udah pagi ini, Mas. Mas juga mending bangun deh terus mandi duluan. Aku mau bangunin dulu anak-anak. Mereka suka susah bangun," ujar Annisa. "Memangnya ini jam bera

